Earn Your Seat

Earn your seat adalah frasa yang saya yakini dan perjuangkan sampai saat ini. Penjelasan panjangnya dalam Bahasa Indonesia adalah apabila kita ingin bisa duduk di sebuah “kursi” -sekumpulan orang yang membuat keputusan untuk suatu masyarakat/organisasi/perusahaan, kita harus memperjuangkan diri. Kecuali Anda memang lahir sudah tajir melintir atau turunan raja/ratu atau memiliki trah tertentu, maka Anda harus terus memiliki kualitas dan dampak luar biasa untuk bisa duduk di “kursi” tadi.

Mengapa “kursi” itu penting? Karena Anda-lah penentu hajat hidup orang banyak. Orang-orang yang bekerja atau berpartner dengan perusahaan/organisasi Anda akan merasakan dampak dari keputusan yang Anda buat di sebuah rapat berisi “penduduk kursi-kursi” yang jumlahnya tentu sangat sedikit. Saat duduk di “kursi” itu pun, suara Anda mewakili orang-orang yang mungkin Anda kelola, yang menitipkan perjuangan, atau yang mempercayakan sesuatu pada diri Anda untuk mendapatkan keputusan terbaik.

Dalam pengalaman saya, setidaknya terdapat 3 (tiga) kualitas/dampak yang harus dimiliki untuk bisa duduk di sana, baik Anda sebagai pekerja, wirausahawan, atau bergerak di bidang kebijakan publik. Pertama, Anda harus menjadi seorang yang perfeksionis alias selalu memberikan yang terbaik di setiap pekerjaan yang dilakukan. Kedua, Anda harus menjadi orang yang persistif dan berdaya juang. Ketiga, Anda harus mampu bekerja secara cerdas.

Perfeksionis Positif

Orang yang memiliki sifat perfeksionis positif, mengutip kata Johan, adalah orang-orang yang brilian. Sikap mereka yang perfeksionis itu diimbangi dengan pikiran yang positif. Artinya, saat seorang yang perfeksionis positif melakukan suatu pekerjaan, mereka memang punya standar yang tinggi (sangat tinggi malah). Ketika pekerjaan itu berjalan, mereka melihat bahwa hasil yang mereka dapatkan sudah cukup bagus, alhasil target yang tinggi itu pun ditinggikan lagi karena menurut mereka, hal itu belumlah cukup. Sampai pada pekerjaan itu selesai, pekerjaan itu tidak akan memenuhi target karena target itu sendiri terus dinaikkan.

Mereka yang positif tahu betul bahwa pekerjaan itu memang tidak sesuai target, dan mereka sadar kalau tidak ada yang sempurna di dunia ini. Misalnya, target pekerjaan itu harus selesai dengan minimal 50 (lima puluh) halaman dalam 3 (tiga) hari. Saat melihat progress berjalan baik di hari pertama, orang itu kemudian menambah lagi jumlah halaman menjadi 75 halaman. Akhirnya pada hari ketiga, orang tersebut mampu untuk membuat 65 halaman. Meskipun memang tidak sesuai target, toh hasilnya sudah melampaui 50 (lima puluh) halaman minimal.

Selain itu, perfeksionis positif adalah mereka yang pintar memotivasi diri sendiri. Karena adanya target yang terus menerus naik, mereka terus terpacu untuk semakin baik. Orang-orang seperti ini adalah visioner yang sangat berani, juga action oriented, pekerja keras, dan tidak pernah puas.

Persistif & Kerja Cerdas

Sebenarnya, apa sih persistence itu? Kalau melihat kamus, secara harafiah artinya adalah ketekunan. Kata itu bisa pula diartikan sebagai keteguhan menjalankan sesuatu. Sedangkan menurut Bhayu Mahendra, persistence adalah segala sesuatu akan berbuah apabila kita tekun menjalaninya. Lihatlah ke alam, tidak ada pohon yang baru ditanam dari bibit langsung berbuah keesokan harinya bukan? Semua butuh proses, tidak ada yang instan. Sayangnya dalam hidup ini, celakanya kita kerap kali tidak tekun dan sabar terhadap proses itu.

Adapun kerja cerdas berarti fokus kepada hal-hal yang benar-benar penting. Kita harus menelaah pekerjan sehari-hari, mengetahui mana yang menjadi prioritas dan yang harus didelegasikan kepada orang lain. Sembilan langkah dari DBS berikut bisa dilakukan untuk membangun kecerdasan tadi:
1. Selesaikan pekerjaan satu persatu
2. Fokus pada hasil, bukan waktu
3. Kurangi membuat keputusan yang memakan waktu
4. Lakukan regular follow-up
5. Pekerjakan/bangun tim berisi orang-orang yang lebih pintar dari kita –build a company of giants
6. Istirahat dengan maksimal
7. Pahami pentingnya waktu
8. Asah kemampuan komunikasi
9. Manfaatkan mantra motivasi diri

Epilog
Itulah tadi tiga kunci untuk Anda layak mendapatkan sebuah “kursi”. Sebagai penutup, jangan lupa, apabila terdapat kekurangan dalam pekerjaan tim Anda, salahkan diri Anda. Namun apabila terdapat keberhasilan dalam pekerjaan Anda, maka perkenalkan dan umumkanlah sebagai prestasi seluruh anggota tim.

1 thought on “Earn Your Seat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *