Kembali ke Dunia Agency: Menemukan Kembali Agility

Setelah beberapa lama (sebenarnya hanya satu setengah tahun) menjelajahi dunia korporat / klien, saya akhirnya memutuskan untuk kembali ke agency. Tentu saja, banyak hal menjadi pertimbangan saya dalam memutuskan. Pun bayang-bayang menapaki karir di zona nyaman vs. selalu mencoba sesuatu yang baru menjadi hal utama patut dipertimbangkan.

Beberapa alasan tentu seperti yang pernah saya utarakan dalam tulisan berikut. Meskipun dunia korporat menawarkan keteraturan, agency memberikan kepuasan tersendiri. Berada di agency, saya memiliki keleluasaan untuk mengatur jadwal kerja saya sendiri. Agency juga saya rasa memberikan pengalaman lebih. Seperti saat ini, saya setiap hari memiliki 30 klien yang harus saya dengarkan, hadapi, serta berikan solusi. Tentu dengan bantuan tim saya ataupun lintas departemen.

Bekerja di agency, karena keleluasaan mengatur waktu tadi, juga memberikan saya kesempatan untuk bisa eksis di luar pekerjaan. Hal-hal seperti aktif berkegiatan sekitar rumah atau mengikuti kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan, menjadi bisa saya lakukan. Apalagi saya termasuk orang yang “tidak bisa diam”. Maka tawaran-tawaran yang dapat membuat saya selalu agile, kreatif, mengembangkan lebih banyak¬†network, tentu menjadi ketertarikan yang pasti.

Selain itu, somehow saya merasa bahwa agency memberikan saya ruang untuk mengembangkan bakat utama saya, yakni connecting the dots. Juga perlu dicatat, agency memiliki ruang tidak terbatas untuk terus berkembang dan saya menyukainya: mengembangkan sambil ikut berkembang bersama tim serta perusahaan. Adapun korporat, biasanya lebih memiliki keterbatasan dalam berkembang karena aturan ataupun birokrasi yang lebih rigid.

Kembali (Lebih) Sibuk

Anyway, saya hanya ingin menulis itu saya karena sekarang sudah masuk ke agency. Kalender di HP saya yang bulan-bulan lalu kosong melompong tidak ada jadwal rapat atau brainstorm internal dan eksternal -karena disibukkan dengan rutinitas “yang penting dikerjakan”, sekarang setiap harinya penuh dengan 3-5 meeting, diskusi, training, hingga sekedar memberi coaching singkat.

Untung saja sore ini saya sedikit lowong sehingga bisa menulis. Mungkin ke depannya, saya harus kembali ke kebiasaan lama kalau tetap ingin rajin menulis: memanfaatkan waktu di perjalanan menembus kemacetan (yang belum juga hilang dari) Jakarta.

2 thoughts on “Kembali ke Dunia Agency: Menemukan Kembali Agility

  1. Welcome back Pak Assed .. Agency jadi agak sepi tanpa keberadaan Bapak .. hehe . Semoga kedepan kita bisa kembali bekerja sama. Saya Dari Jingga Media perwakilan CNBC, Forbes, Vice.com dan Spafax (SQ inflight dll). Salam

    1. Halo Bu Youlita, long time no see. Look at your WA update, seems you are enjoying your US vacation, hehe.
      Saya sekarang di digital agency Bu, if any opportunities we can work on. My number bisa tetap di -2155 kok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *