Uncategorized

Menjaga Semangat Annus Mirabilis Saat Pandemi Covid-19

Tak ada yang memungkiri, pandemi Covid-19 menjadi isian utama tahun 2020. Banyak perkiraan pandemi ini hilang dalam hitungan minggu, virus ternyata masih menghantui seluruh dunia setahun sejak pertama kali muncul. Untuk pertama kali setelah hampir 100 tahun, seluruh umat manusia terhantam kesehatan, mental, dan perekonomiannya. Hampir seluruh sendi perekonomian musnah hanya dalam setahun pandemi Covid-19 tanpa vaksin ini melanda. Masyarakat pun menyebut tahun 2020 sebagai annus horribilis, tahun terburuk yang pernah dialami; berkebalikan dengan annus mirabilis atau tahun menyenangkan yang sebelumnya diharapkan terjadi pada tahun 2020.

Semua menjadi lebih berhati-hati. Mereka yang masih sehat, berupaya menjaga kesehatan dengan lebih baik; mencari cara menghalau berbagai penyakit lain. Mereka yang memiliki pekerjaan, mati-matian bertahan meski dengan pressure meningkat dan/atau benefit menurun, hanya demi masih memiliki pekerjaan. Semua yang bersekolah, bekerja, beraktivitas hanya di rumah saja selama setahun ini, berupaya keras menjaga kewarasan.

Tahun 2020 benar-benar masa yang berat bagi tiap orang, tidak terkecuali saya. Meski begitu, setidaknya bagi saya, tahun 2020 ini adalah masa saat saya menemukan kembali kebahagiaan, sebuah annus mirabilis. Beberapa tantangan dan hambatan, bisa dibilang sebuah annus horribilis pada 2018 lalu, mulai menghilang. Ujung lorong mulai terlihat pada tahun 2020 ini. Pelangi sehabis badai mulai nampak, bahkan kala masa pandemi Covid-19 tersulit seperti saat ini.

Kesehatan, Pekerjaan, dan Mentalitas

Pada sisi kesehatan, saat semuanya menjadi tantangan, saya bersyukur memiliki kesehatan yang baik sepanjang tahun. Bahkan karena takut ribet saat pergi ke dokter, rasa-rasanya malah tubuh saya ini bugar sehat walafiat tidak sakit berarti sepanjang 2020. Pun harus ke dokter, saya mampir ke dokter gigi untuk perawatan rutin -yang sempat terhambat akibat pembatasan kegiatan saat pandemi. Saya pun sangat bersyukur memiliki perlindungan asuransi kesehatan (kantor) yang mumpuni. Rutin tes untuk memastikan tidak terkena virus Covid-19 serta cakupan dan kemudahan penggunaan asuransi seandainya saya sakit, cukup memberikan ketenangan batin; yang mungkin kemudian berpengaruh pada kekuatan imun tubuh.

Melihat sisi pekerjaan, syukur tiada tara tentu perlu saya ucapkan. Perusahaan yang tetap tumbuh kala pandemi, ketiadaan ancaman pemutusan kerja, bahkan tambahan insentif pun saya dapatkan. Saya tahu di luar sana, banyak orang kehilangan pekerjaan dan pemasukan akibat pandemi; banyak orang terdekat saya pun mengalaminya. Dengan perusahaan yang begitu generous terhadap saya, tentu tidak ada salahnya kan saya juga memberikan yang terbaik untuk perusahaan; dan siklus ini alhamdulillah terus berputar sehingga menutup tahun 2020 dengan sangat gembira.

Kesehatan dan pekerjaan tadi, dengan selesainya studi doktoral saya, juga beberapa kegiatan “tidak penting”, seperti bertaman, memasak, atau membersihkan rumah; menjadi booster kesehatan mental saya. Ya kalau boleh jujur, belakangan ini saya curi-curi kesempatan ke luar kota atau mencari coffee shop, dengan memenuhi segala protokol kesehatan, untuk ngobrol bersama teman; membuat mental ini tetap waras menghadapi tahun 2020 yang terkena pandemi.

Tetap Bersemangat

Memang ada beberapa harapan yang tertunda atau tidak terwujud pada tahun 2020. Tapi tentu tidak semua yang kita inginkan bisa terwujud, kan. Tahun 2020 juga belum berakhir, masih cukup hari sebelum suara “selamat tahun baru” bergema di semua linimasa. Bagi Anda yang mirip dengan saya, mengalami annus mirabilis, bersyukurlah, tatap hari-hari ke depan dengan lebih optimis. Tengoklah teman, tetangga, saudara kita. Bantu mereka seberapa kita bisa membantu, bahkan hanya dengan sapaan menanyakan kabar.

Bagi Anda yang merasa tahun 2020 ini adalah annus horribilis, tahun terburuk, yakinlah bahwa ada cahaya pada ujung lorong, akan muncul pelangi sehabis hujan. Tetap semangat dan seperti kata pepatah: “Habis gelap, terbitlah terang.” Jaga kesehatan Anda, bersemangatlah melakukan apapun yang saat ini Anda bisa lakukan, perhatikan mental Anda. Jangan segan menemukan waktu untuk pada teman atau saudara agar kita semua bisa saling memberikan semangat. Semoga saya dan Anda selalu memiliki semangat untuk mejalani hari-hari ke depan.

1 thought on “Menjaga Semangat Annus Mirabilis Saat Pandemi Covid-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *